Monday, 06 February 2012   13. Rabi-ul-Awwal 1433

Assalamu'alaikum wr.wb
Bagi DPD atau Pengurus Hidayatullah yang ingin mempunyai e-mail dari domain hidayatullah.or.id dengan account e-mail Sebagai berikut:

1.dpd_namadpd@hidayatullah.or.id  Contoh: dpd_bekasi@hidayatullah.or.id *
2.nama_pengurus@hidayatullah.or.id  Contoh: hamba_allah@hidayatullah.or.id **
silahkan kirimkan data DPD/diri anda ke e-mail: admin@hidayatullah.or.id.

Adapun data yang harus anda kirimkan adalah:
1.Nama DPD*
2.Nama lengkap anda**
3.Alamat e-mail yang di inginkan**
4.Alamat e-mail anda untuk konfirmasi (harus ada dan valid)
5.ID Code:kata kunci jika anda lupa password (minimal tiga karakter)**

Adapun Fasilitas yang diberikan untuk e-mail hidayatullah.or.id adalah:
1. Kapasitas yang cukup besar yaitu 6 GB.(6000 MB)
2. Aman dari Virus.
3. Lebih Cepat dalam proses Attachment (melampirkan file)
4. Didukung Pilihan bahasa (+- 40 bahasa)
5. Penjawab Pesan otomatis saat liburan
6. Dapat di links dengan account e-mail yang lain sehingga terintegrasi.
7. Label dan filtering
8. POP dan IMAP
9. Chatting
10.Dan lain-lain silahkan anda berexplorasi.

Syarat penggunaan dan kebijakan dari mail.hidayatullah.or.id:

1. Penyalahgunaan account e-mail yang dilakukan merupakan tanggung jawab sendiri pengguna free account di Mail.hidayatullah.or.id
2. Pengguna tidak diperbolehkan menggunakan account e-mail untuk tujuan spam, email bomb, mail virus, email carding dan sejenisnya.
3. Jika lupa password anda harus mempunyai ID Code, tanpa kode tersebut mail.hidayatullah.or.id tidak akan pernah memberikan password anda yang baru.**
4. Mail.hidayatullah.or.id berhak menghapus Account e-mail anda jika diketahui disalahgunakan.

Wassalamu'alaikum wr.wb


admin@hidayatullah.or.id

Catatan:

*  Berlaku Untuk DPD (Lembaga)
** Berlaku Untuk Pengurus (Personal)

article thumbnail Meninggalkan Kota Daeng
Tuesday, 30 December 2008 | Admin

Dalam perjalanannya meninggalkan kota Makassar, terlebih dulu transit di rumah keponakannya, Nurdin Abdullah di kompleks Pabrik Minyak Berdikari, Makassar. Ustadz Muhsin Kahar meninggalkan Makassar...

Bagi PW dan PD Hidayatullah Panduan Penentuan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah dapat di Download di email masing-masing Klik di sini untuk login.
Banner
Arahan Allah (Taujih Rabbani) PDF Print E-mail
Tuesday, 04 March 2008 17:34
Article Index
Arahan Allah (Taujih Rabbani)
Page 2
All Pages

وَلاَ تَهِنُوْا وَلاَ تَحْزَنُوْا وَأَنْتُمُ اْلأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ . إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ (آل عمران : 139-140)
 
“Janganlah kamu merasa hina, dan jangan (pula) bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman. Jika kamu ditimpa penderitaan maka kaum (kafir) juga merasakan penderitaan yang sama.” (QS Ali Imran : 139-140. Lihat juga ayat 104).
 
Jika mencermati kondisi ummat Islam belakangan ini sungguh menjadikan hati kita tersayat. Betapa penderitaan berkepanjangan yang menderanya tak kunjung berakhir, musibah demi musibah datang silih berganti, cobaan demi cobaan yang menyelimutinya tak kunjung lepas. Namun, yang perlu kita sadari bersama bahwa kaum selain kita juga merasakan kesulitan yang sama. Hanya saja obyek perasaan derita kita berbeda dengan yang mereka rasakan. Kesulitan kita adalah betapa beratnya mempertahankan komitmen (iltizam), keteguhan (tsabat), kesabaran, serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah gegap-gempitanya manusia yang berkonspirasi memarjinalkan peran Allah dalam kehidupan ini.
Sedangkan kesulitan kaum kafir adalah mempertahankan status quo kebatilan di tengah maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah). Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa, intelektual, kaum perkotaan semakin menggeliat. Mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran  kembali ke Islam. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan.
 
Usaha mereka hanya sia-sia belaka.

لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ (الفتح : 29)

Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang beriman).” (QS al-Fath : 29).

يُرِيْدُوْنَ أَنْ يُطْفُِؤا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبىَ اللهُ إِلاَّ أَنْ يُتِمَّ نُوْرَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ  هُوَالَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِاْلهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ (التوبة : 32-33)

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupn orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS At-Taubat : 32-33. Lihat juga : ash-Shaff : 8-9; al-Fath : 28).

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ أَكْبَرُ

Telah nampak kebencian pada mulut-mulut mereka, dan apa yang disimpan di dada mereka lebih besar.” (QS Ali Imran : 118).
 
Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan, mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar, bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka. Setelah mereka lari dari agama (kristen) karena dianggap menghambat kemajuan berfikir. Dan terjadilah kebebasan yang tak terkendali. Sains dan teknologi yang menjanjikan sarana kehidupan (wasilatul hayat) pada kehidupan globalisasi sebagai produk paham kebendaan (materialisme), terbukti gagal dalam memandu manusia modern menemukan kebahagiaan hidup.  Mereka kembali kepada aliran eksistensialisme (hati nurani). Tetapi hati nurani seseorang dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan, pergaulan, persepsi, kebiasaan yang berbeda-beda.
 
Kita juga merasakan kesulitan dalam mendesain kehidupan ini hanya mencari ridha Allah, saat dimana kebanyakan manusia ingin mencari keridhaan, restu kepada selain Allah. Oleh karena itu pada bagian ayat berikutnya Allah memberikan hiburan (tasliyah) kepada kita.

وَتِلْكَ اْلأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَآءَ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِيْنَ (آل عمران : 140)

“Demikianlah hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar memperoleh pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (QS Ali Imran : 140).
 


 

Donation Account

Banner