|
Kelahiran dan Masa Remaja
|
|
Monday, 15 December 2008 20:50 |
|
Muhsin Kahar dilahirkan tepat pada hari proklamasi kemerdekaan R.I. Jum’at, 17 Agustus 1945 di sebuah desa bernama Lamatti Rilau, salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Letaknya berada pada ketinggian sehingga dari desa ini dapat terlihat jelas hamparan pulau-pulau yang ada di perairan Teluk Bone. Terutama Pulau-pulau Sembilan yang terdiri dari Pulau Kambuno, Pulau Liang-Liang, Pulau Burung Lohe, Pulau Batang Lampe, Pulau Kodingareng, Pulau Katindoang, Pulau Kanalo Satu, Pulau Kanalo Dua dan Pulau Larearea.
|
|
Read more...
|
|
Kelahiran dan Masa Remaja
|
|
Monday, 15 December 2008 21:10 |
|
Agak berat juga rasanya meninggalkan kampung halaman yang telah membesarkannya itu. Betapapun bersahajanya kampung itu namun baginya banyak kenangan indah yang tidak mudah dilupakan. Letak desanya yang ada pada ketinggian dengan pepohonan yang rimbun selalu mengalirkan kesejukan. Apalagi jika memandang hamparan pulau-pulau di perairan Teluk Bone, memberi energi tersendiri dalam jiwanya. |
|
Read more...
|
|
Kelahiran dan Masa Remaja
|
|
Monday, 15 December 2008 21:35 |
|
Setelah pindah ke Makassar, Muhsin Kahar meneruskan sekolahnya di kota itu. Ia diterima duduk di Kelas IV Sekolah Rakyat No 30. Dijalaninya hingga tahun 1958. Di SR ini dia selalu menjadi bintang kelas karena menguasai seluruh mata pelajaran termasuk pelajaran menggambar. Padahal semestinya murid-murid yang berada di kota lebih unggul dibanding murid-murid dari pedalaman karena pelajarannya lebih teratur dan lebih tinggi materinya. Tapi kenyataannya tidak demikian. Murid-murid yang lahir dan besar di kota dikalahkannya semua. Dia pernah mengangkat nama sekolahnya karena ketika diadakan pertandingan menggambar antar sekolah dasar se Kota Besar Makassar (KBM), hasil coretannya dinilai terbaik. Dia juga sering di tugaskan oleh gurunya menyalin pelajaran di papan tulis karena tulisannya sangat bagus. |
|
Read more...
|
|
Meninggalkan Bangku Kuliah |
|
|
|
|
Kelahiran dan Masa Remaja
|
|
Monday, 15 December 2008 21:48 |
|
Lulus dari sekolah lanjutan PGA Neg. 6 tahun juga dengan nilai tinggi. Sehingga mendapat tugas belajar[9] ke IAIN[10](Institut Agama Islam Negeri) Alauddin Makassar. Hanya satu tahun mengikuti kuliah lalu berhenti. Dia merasa tidak ada tambahan ilmu yang berarti yang didapat selama kuliah. Semua materi kuliah yang diberikan dosennya telah dibacanya. Akhirnya dia menarik kesimpulan bahwa kalau duduk beberapa tahun di bangku kuliah cukup menyita banyak waktu dan energi, sementara hasilnya jauh tidak seimbang dengan apa yang telah dikorbankan. Kalau sekedar untuk mendapatkan predikat sarjana bukan itu yang dia perlukan. Walaupun pada waktu itu titel sarjana sangat mahal, bisa membuat orang besar kepala. Menurut dia lebih tepat kalau aktif di organisasi, giat berda’wah dan gencar membaca. Itulah yang menjadi alasannya sehingga meninggalkan bangku kuliah.
|
|
Read more...
|
|
Memburu Pengetahuan
|
|
Wednesday, 17 December 2008 17:45 |
|
Kegemaran membaca buku sudah terlihat sejak duduk di bangku Sekolah Lanjutan, PGA Neg. 6 tahun Makassar. Dia tertolong dengan tunjangan ID yang diterima setiap bulan. Dia manfaatkan tunjangan itu untuk membeli buku. Sehingga tempat yang paling sering dikunjunginya setiap menerima tunjangan ID dari sekolahnya adalah toko buku. Demikian pula pada Hari Ahad tempat wisatanya adalah toko buku, kalau tidak ada acara rapat organisasi. Beberapa buah toko buku di Makassar kala itu menjadi langganannya seperti Hidayat Book Store, Toko Buku Rakyat, Taufik Book Store, Toko Buku Assagaf, Toko Buku Aloha, Toko Buku/Percetakan Manokwari. Sebelum saat penerimaan tunjangan ID tiba buku-buku yang akan dibeli sudah dilirik-lirik. |
|
Read more...
|
|
|
|
«StartPrev123456789NextEnd»
|
|
Page 1 of 9 |