| Memanfaatkan Rawa-rawa menjadi Lahan produktif |
|
|
|
| Mesin Pembangunan | |||
| Written by Admin | |||
| Saturday, 07 March 2009 07:00 | |||
|
Ustadz Abdullah Said, sebagai seorang pemimpin yang tidak pernah berhenti berfikir, terutama didalam memikirkan kondisi kampus yang nampaknya masih sangat perlu pembenahan, segera memobilisir tenaga untuk menggarap rawa-rawa yang ada disebelah timur danau menjadi tempat yang produktif. Untuk mengerjakan proyek besar ini anak-anak santri diliburkan selama hampir 3 bulan. Pekerjaan dimulai pada Hari Selasa 2 Juli 1985. Tenaga dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang. Pimpinan kelompok adalah 1. Puang Baking 2. Pak Wakiyo 3. Pak Manandring AG 4. Pak Muhammad Amin Abdul Fattah. Bekerja dari jam 06.00 sampai jam 11.30 sehingga sarapan dilakukan di tempat kerja. Pekerjaan ini dikomdani oleh Pak Abdul Mannan El-Kindy.
Semua nampak bersemangat bekerja karena mulai dari Pimpinan, Ustadz Abdullah Said, Pimpinan Proyek, Abdul Mannan El-Kindy, Ketua-ketua kelompok semua turun bekerja dengan sunguh-sunguh. Rawa-rawa itu dibuat semacam parit-parit kecil. Tanahnya dinaikkan membentuk pematang. Antara parit yang satu dengan yang lainnya membentuk onggokan tanah yang kelak menjadi sebuah bedengan yang memanjang.
Namun setelah selesai digarap selama 2 bulan 23 hari. Bedengan-bedengan itu tidaklah serta merta dapat ditanami karena tingkat keasaman (pH)-nya sangat tinggi, mencapai 4 dan 5. Orang yang berpengalaman soal tanah mengatakan bahwa hanya teh yang bisa tumbuh. Memerlukan waktu puluhan tahun untuk dapat ditanami secara normal. Namun setelah dibalik-balik tanahnya sehingga kena sinar matahari, dikapuri dan ditimbuni pupuk kandang, akhirnya tanah tersebut dalam waktu yang relatif singkat dapat menjelma menjadi lahan yang walaupun tidak terlalu subur tapi sudah dapat menghasilkan sayur-sayuran dan beberapa tanaman lain. Lahan yang nampak indah sekali kalau dilihat dari udara akhirnya dibongkar dengan alat-alat berat oleh Ustadz Abdurrahman untuk dibangun sebuah gedung perpustakaan yang akan dibantu oleh Kuwait, namun bantuan itu tidak jadi turun. Tapi walaupun gedung perpustakaan itu tidak jadi dibangun setelah galian disekitarnya dibersihkan menjadikah danau kedua yang kelihatan indah.
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 581 Comments (0)
![]() Write comment
|







