|
Wajah anak-anak tampak sumringah, saling bercanda menanti datangnya iring-iringan becak yang akan membawa mereka. Becak pun datang, dengan rapi mereka buru-buru menaiki becak yang telah disediakan. Dengan diawali tim rebana, kirab becak yang membawa anak-anak dari Yayasan Al-Aqsho, Hidayatullah Kudus, berjalan beriringan menuju Kantor BMH yang berjarak sekitar 7 km. Kedatangan anak-anak di Kantor BMH disambut dengan meriah. Acara seremonial pun dilaksanakan. Dihadiri oleh beberapa petinggi PEMDA dan instansi-instansi swasta lainnya.
Memang, pada kesempatan di hari Ahad, 13 Juni 2010 BMH Kudus kembali diberi kepercayaan untuk memberikan pelayanan pada ummat lewat program sosial berupa khitanan massal untuk anak yatim piatu dan dhuafa dengan jumlah peserta 25 anak. Acara tersebut dilaksanakan di kantor BMH, Kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah, yang berkedudukan di Jl. Kudus – Jepara KM.5,6 Kaliwungu Kudus.
Program ini dapat berlangsung berkat kerjasama BMH dengan beberapa lembaga di kota Kudus, di antaranya Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, RM Puri kajar, PT Excelcomindo, Toko Sepatu Lily, serta beberapa donatur dan simpatisan yang sangat antusias membantu dalam pelaksanaan acara ini.
Suryanto Khomaeni,SE selaku kepala Cabang BMH Kudus mengatakan dalam sambutannya ”Ini adalah titik tonggak perjalanan Baitul Maal Hidayatullah, Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang memantapkan positioning sebagai LAZ berbasis dakwah, BMH Bertekad tetap istiqomah dalam mengemban misi umat yakni menjadi LAZ yang amanah, professional, dan transparan dalam memberikan pelayanan pada umat. Program keumatan ini akan terus berjalan sebagai komitmen kami dan kita semua untuk terus berupaya mengangkat kaum lemah dari kebodohan dan kemiskinan menuju kemuliaan dan kesejahteraan”.
Kemudian dilanjutkan oleh PEMDA Kudus dalam sambutan yang diwakili Bapak Sudiarso selaku Kabag Kesra kabupaten kudus dengan mengatakan bahwa program sosial seperti ini sangat membantu program-program pemerintah khususnya kabupaten kudus. Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu kita dukung dan senantiasa kita tingkatkan, agar memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang arti pentingnya berbagi, berbagi materi, dana, maupun tenaga. Untuk itu kesadaran masyarakat dalam ber-Zakat ,Infaq,dan Shodaqah sangat diperlukan guna menunjang kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.
Dalam acara khitanan ini KH Ma’ruf Iryad dalam tausiah beliau berpesan kepada para peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala karunia yang telah dianugrahkan dan selalu berbakti kepada orang tua, karena orang tua senantiasa tidak akan pernah bosan-bosan berkorban demi anak-anak mereka.
Setelah acara seremonial selesai, anak-anak pun segera berhamburan menuju ruang khitan, setelah makan mereka pun dipanggil satu persatu. Ada yang diam, ada yang menangis, ada yang menjerit, bahkan ada yang meronta-ronta tidak mau dikhitan karena takut disuntik. Namun akhirnya setelah diberi pengarahan sekian lama, akhirnya berhasil juga.
“Ini adalah sebuah rekor bagi BMH Kudus, karena baru pertamakali mengadakan dan mendapat antusiasme warga dengan berhasil menghadirkan 25 anak, padahal instansi-instansi yang lain yang baru mengadakan hanya dapat menghadirkan sedikit peserta” kata Effendi Zarkasi, selaku Tenaga Medis.
Ke depannya BMH berkomitmen untuk mengagendakan acara khitan massal ini menjadi kegiatan regular tahunan dengan menghadirkan lebih banyak peserta. Oleh karena itu partisipasi masyarakat mutlak diperlukan guna mensukseskan kegiatan ini.*bmh kudus
|