Rabu, 08 Februari 2012   15. Rabi-ul-Awwal 1433
Membuka Gunung Tembak PDF Cetak E-mail
Cobaan Membawa Hikmah
Ditulis oleh Admin   
Jumat, 13 Februari 2009 07:00
Dengan melihat kondisi Karang Bugis yang sudah sedemikian sempit Ustadz Abdullah Said berfikir keras untuk mendapatkan lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan, baik dari segi fisik ataupun dalam hal kegiatan. Hal ini terus menerus dibahas untuk menanamkan keyakinan dari urgensi sebuah lokasi yang memungkinkan untuk itu.
Keinginan ini disampaikan kepada Walikota H.Asnawie Arbain dengan harapan penguasa Balikpapan itu tentu mudah mendapatkan lokasi dalam wilayah Balikpapan yang cukup luas itu (2.650 Km2). Pak Wali menganjurkan agar ramai-ramai mencari lokasi lalu melaporkan kalau sudah menemukan yang dianggap tepat. Penjajakan untuk  menemukan lokasi mulai dilakukan. Ada yang melacak ke jurusan Samarinda yang lebih dikenal dengan istilah jurusan kilo. Ada yang menjajaki jurusan Samboja (wilayah timur Balikpapan). Berhari-hari pencarian itu dilakukan oleh beberapa orang. Akhirnya dilaporkan ke Pak Wali bahwa di Gunung Tembak ada tempat yang memungkinkan.
 
Dengan tidak berfikir panjang Pak Wali berkunjung ke tempat yang dimaksud. Ketua RT setempat , seorang yang sudah berumur lanjut bernama Pak Darman  dipanggil Pak Wali lalu ditanya tentang status tanah yang berada dibawah kekuasaannya. Ketua RT itu mejelaskan, “Tanah ini adalah milik saya, Pak. Didalamnya saya pernah membuka usaha pembakaran batu bata, tapi sekarang sudah berhenti”. Setelah Pak Wali menjelaskan bahwa disini ada keinginan mendirikan sebuah pesantren, orang tua itu menangis karena terharu.
 
Dia senang sekali mendengar rencana itu, tapi waktu itu dia tidak menjelaskan mengapa dia merasa senang. Belakangan setelah pesantren sudah ramai dipenuhi oleh santri-santri yang berpakaian putih berduyun-duyun ke tempat shalat barulah dijelaskan bahwa, “Sudah dua tahun lamanya saya pernah bermimpi didatangi orang berpakaian putih dengan muka yang becahaya. Sejak itu saya tidak pernah lagi makan nasi. Saya hanya makan buah-buahan dan minum air putih. Saya juga tidak tahu mengapa saya berbuat demikian. Hanya dalam hati saya ada perasaan bahwa ini pasti kebaikan yang akan muncul di tempat ini”.

Seterusnya Kepala Agraria, Abdul Muis, SH diperintahkan oleh Walikota meninjau lokasi itu. Pak Muis mengajak Amin Bachrun dan Darul Ihsan menemani.  Pak Darman diajak bicara panjang terutama dalam hubungannya dengan status tanah  terkait dengan tugasnya sebagai Kepala Agraria (Badan Pertanahan Nasional, sekarang)

Komentar (0)Add Comment

Tulis komentar.
Perkecil | Perbesar

security code
Tulis huruf yang tampil.


busy
 

Baitul Maal Hidayatullah

BMH Pusat

Rekening Donasi

Baner