| Belajar Lewat Masjid |
|
|
|
| Memburu Pengetahuan | |||
| Rabu, 17 Desember 2008 17:49 | |||
|
Ayahnya, Kyai Abdul Kahar ketika tidak lagi terlalu aktif di Mesjid Lailatul Qadri senang sekali mengikutkannya ke berbagai mesjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah dan mendengarkan ceramah. Baginya mengandung hikmah yang besar. Karena disamping menjadi kebiasaan melaksanakan shalat berjama’ah juga dapat menimba ilmu dari ulama-ulama yang memberi pelajaran setiap ba’da maghrib dan ba’da Subuh di mesjid.
Dia merekam dengan seksama apa-apa yang disampaikan ulama-ulama yang silih berganti tampil. Sering Ayahnya mengajaknya berjalan kaki cukup jauh dari rumahnya ke mesjid raya Makassar dan mesjid-mesjid lain pada waktu menjelang Maghrib dan menjelang Subuh. Senang sekali mendengar ceramah-ceramah di Mesjid Raya Makassar yang dibawakan oleh ulama-ulama kondang yang memang mempunyai jadwal tetap di mesjid yang didirikan oleh K.H. Muchtar Luthfie, ulama dari Sumatera Barat itu yang ditembak oleh KNIL (Belanda) di Makassar dan berkubur di kota ini. Kegiatan itu berlangsung sampai menginjak usia dewasa.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di PGA Negeri 6 tahun, dan berhenti kuliah di IAIN dia menekuni pendidikan yang dapat mengantarnya menjadi muballigh yang mahir dan percaya diri pada K.H.Abdul Djabbar Asyiri Pengurus Muhammadiyah tingkat Daerah Makassar, Muhammadiyah Wilayah Sulseslra dan Direktur Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah yang akhirnya mendirkan Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara-Makassar yang melatihnya menghafal dan memahami hadits-hadits. Ustadz Abdul Malik Ibrahim, Pengurus Muhammdiyah dan mantan Direktur PGA Negeri Makassar yang memberinya bimbingan bahasa Arab. Dan yang mendorong untuk lebih giat menggali Al-Qur'an adalah Al-Ustadz K.H.Ahmad Marzuki Hasan, Ulama yang masih saudara sepupu dengannya dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sulselra yang akhirnya mendirikan Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa Maros.
Setelah sering terjun ke masyarakat apalagi setelah memimpin pesantren dirasakan sekali manfaat dari kebiasaan selalu ikut Ayahnya shalat berjama’ah dan menimba ilmu pada ulama-ulama.
Tanda sebagai kegemaran
Bookmark
eMail ini
Hits: 901 Komentar (0)
![]() Tulis komentar.
|







